Masjid Menawan di Negeri Jiran

Negara Malaysia dipilih sebagai tujuan wisata populer bagi wisatawan Muslim. Selain kebersihan kota dan makanan halal, yang mudah ditemukan di mana saja, masjid yang indah dan elegan ini juga digunakan sebagai tempat ibadah sebagai tujuan wisata.

Diantaranya adalah masjid terapung di wilayah Putra Jaya.

Putra Jaya, pusat kota baru sebagai pusat pemerintahan Malaysia setelah pindah dari Kuala Lumpur, telah menjadikan Potra Jaya atau Masjid Terapung sebagai salah satu simbol besar kota itu.

Masjid itu sendiri terletak di sebelah Putra Square (sejenis lapangan terbuka) dan menghadap ke danau yang dibuat oleh Putrajaya. Dari masjid ini, Anda dapat melihat keindahan danau buatan dan sekitarnya, serta Jembatan Putrajaya yang terkenal, yang menghubungkan tingkat-tingkat yang dipisahkan oleh danau buatan.

Sebagian besar masjid dikelilingi oleh Danau Putrajaya. Akibatnya, Masjid Putra tampak mengapung di permukaan danau. Itulah sebabnya Masjid Putrajaya disebut Masjid Terapung. Jembatan Putra dan kompleks Perdana Menteri yang tinggi di daerahnya dapat terlihat jelas dari masjid ini.

Masjid Putrajaya dengan konsep Persia yang diukir warna pink. Struktur bangunan masjid menggabungkan banyak kotak dan kubah bundar. Di sebelah kiri gerbang Masjid Putra adalah menara megah 116 meter. Menara delapan bintang ini dirancang untuk menunjukkan keunggulan dalam arsitektur Islam. Masjid ini juga terdiri dari lima tingkat rasi bintang yang mewakili lima rukun Islam dan sholat lima waktu.

Kubah Masjid Potra berwarna merah muda. Arsitektur Arab adalah tanaman yang diukir pada patung-patung di masjid-masjid Mesir. Patung dan langit-langit bagian dalam, serta masjid secara keseluruhan, mencerminkan patung tradisional Melayu.

Tidak hanya turis Muslim yang mengunjungi masjid terapung ini. Ketika saya mengunjungi masjid ini September lalu, saya melihat betapa bersemangatnya sekelompok wisatawan Tiongkok melihat keindahan dan keindahan masjid terapung ini. Anda bisa berfoto di depan masjid. Anda diizinkan memasuki masjid untuk melihat arsitektur dan arsitektur masjid yang indah.

Di depan pintu masuk masjid di sebelah kanan adalah seorang penjaga masjid yang berbagi jubah khusus untuk wisatawan yang ingin memasuki area masjid. Pakaian yang sama terbuat dari handuk kamar mandi merah muda. Bagi wisatawan yang tidak mengenakan pakaian muslim, mereka bisa memakainya. Berhati-hatilah bagi wisatawan yang mengenakan pakaian ketat atau sopan, berani memasuki area masjid dan bersiap untuk menyerang penjaga masjid di pintu masjid, dan mencegah wanita yang tidak mengenakan pakaian sederhana memasuki masjid.

Di masjid di sebelah ruang sholat utama ada jenis kamar yang umumnya digunakan sebagai tempat diskusi dan diskusi keagamaan. Menariknya, ada kursi pijat di dekat lorong yang biasa kita lihat di mal. Yang harus Anda lakukan adalah memasukkan koin dan kursi pijat ini akan mulai menggerakkan tubuh Anda dan memijat tubuh Anda tergantung pada kursi.

Di teras ada masjid besar dengan kolam renang dan air mancur di tengah. Sebuah bilik peringatan dengan pakaian muslim dan banyak barang lainnya berada tepat di depan pintu masuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *